Perusahaan ini adalah perusahaan susu pertama di Indonesia yang
menggunakan teknologi UHT (Ultra High Temperature) dan pengemasan aseptik untuk
memproduksi produk yang dapat disimpan dalam jangka waktu panjang. Lebih dari 3
dekade, perusahaan ini mempersembahkan produk berkualitas baik dan alami
serta memimpin pasar susu cair segar di Indonesia. Perusahaan ini pun saat ini
merupakan salah satu produsen terbesar produk-produk UHT di Asia Pasifik dengan
total kapasitas produksi mencapai lebih dari 100 juta liter setiap tahun.
Produk susu
buatan perushaan ini sangat dicintai masyarakat Indonesia. Meski pangsa pasar
lokal lebih dominan, tapi susu ini juga menembus pasar internasional yaitu
Afrika dan Timur Tengah. Sebanyak 90% total produksi perusahaan ini diserap
oleh pelanggan domestik. Sementara 10% sisanya diserap oleh pasar Amerika,
Australia, Afrika dan negara-negara lainnya.
Pangsa pasar
perusahaan ini sampai saat ini masih menduduki peringkat tertinggi dan menjadi
pemimpin dengan produk yang berkualitas tinggi. Tetapi saat ini perusahaan ini
harus berbagi dengan para kompetitor lain yang bersaing secara sehat. Sehingga
mau tidak mau, perusahaan ini harus melakukan ekspansi produk keluar negeri.
Yang menjadi
perbedaan antara cara pemasaran produk susu UHT di Indonesia dan di Luar Negeri
adalah cara penyampaian keunggulan dari produk tersebut. Dimana pemasaran
produk susu UHT di Luar Negeri menggunakan iklan yang keunggulannya disampaikan
secara implisit, sedangkan di Indonesia keunggulan produk tersebut disampaikan
secara eksplisit melalui animasi-animasi maupun kegiatan yang biasa dilakukan
oleh masyarakat Indonesia.
Namun, seiring
dengan perkembangan zaman pemasaran produk susu ini mengalami perkembangan dari
orientasi domestic dan etnosentris ke global dan geosentris. Bisa dibuktikan
dari iklan susu pada tahun 2015 yang mengedepankan suasana pedesaan dengan
sapi-sapi unggulannya, sedangkan iklan susu pada tahun 2018 lebih mengedepankan
penggunaan teknologi pengolahan susu tersebut. Selain itu subjek pada iklan
produk susu tersebut juga terlihat perbedaannya, yaitu iklan pada tahun 2015
menggunakan model iklan ibu dengan anaknya yang dalam hal ini adalah masyarakat
biasa (bukan public figure). Tetapi, iklan pada tahun 2018 menggunakan model
iklan pemain sepak bola dimana pada tahun tersebut Indonesia sedang mengadakan
pesta bola yang melibatkan Negara lain. Sehingga pangsa pasarnya pun tidak
hanya terbatas pada masyarakat Indonesia saja. Dan dari segi bahasanya pun
terlihat perbedaannya, yaitu iklan pada tahun 2018 menggunakan dua bahasa.
Referensi :
Comments
Post a Comment