ETIKA BISNIS

Nama   : Zahara Mutiara Anjani

NPM     : 17215377

Kelas    : 3EA18

 

1.      Jelaskan pengertian dari persaingan sempurna, monopoli dan oligopoli, dan sebutkan ciri-cirinya masing-masing serta diberikan contoh konkrit dalam bisnis nyata !

2.      Jelaskan tentang monopoli dan dimensi etika bisnis serta berikan contoh konkrit dalam dunia bisnis yang nyata !

3.      Jelaskan tentang etika di dalam pasar kompetitif, dan berikan contoh nyata dalam dunia bisnis !

4.      Jelaskan tentang kompetisi pada pasar ekonomi global, dan berikan contoh nyata dalam dunia bisnis global !

Jawaban

1.       Pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar di mana jumlah penjual dan pembeli (konsumen) sangat banyak dan produk atau barang yang ditawarkan atau dijual sejenis atau serupa. Contoh konkrit dalam bisnis nyata salah satunya adalah penjual beras di pasar.

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:

·       Banyak penjual dan pembeli

·       Kebebasan untuk membuka atau menutup perusahaan

·       Barang bersifat homogen

·       Tidak ada campur tangan pemerintah dalam penentuan harga

·       Mobilitas atau perpindahan sumber ekonomi cukup sempurna

·       Kebanyakan perusahaan kecil

·       Sulit mendapat keuntungan diatas rata-rata

Pasar Monopoli adalah satu penjual berlaku sebagai penentu harga karena tidak ada yang menyaingi dan barang yang dihasilkan tidak memiliki barang substitusi. Contoh konkrit dalam bisnis nyata adalah Pertamina, KAI, PLN, PDAM, dan lain-lain.

Pasar Oligopoli adalah dikuasai oleh beberapa perusahaan namun jumlah barang yang ditawarkan tetaplah homogen atau satu jenis saja. Pasar oligopoli biasanya dilakukan dengan bentuk upaya menahan perusahaan potensial dapat memasuki pasar. Contoh konkrit dalam bisnis nyata antara lain industri motor, industri air mineral, industri rokok dan lain sebagainya.

2.       Pasar monopoli berasal dari bahasa Yunani ,monos, satu dan polein, menjual adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Jadi monopoli adalah kondisi pasar dimana hanya ada satu pelaku bisnis atau perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu dan ada hambatan  bagi perusahaan atau pelaku bisnis untuk masuk ke dalam bisnis tersebut. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".

 

Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidang industri atau bisnis tertentu. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.

 

Dimensi Etika Bisnis

Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis dalam menjalankan good business dan tidak melakukan ‘monkey business’ atau dirty business. Etika bisnis mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang etis agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang yang mempercayai adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Hal ini sekaligus menghalau citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan tipu muslihat. Kegiatan bisnis mempunyai implikasi etis dan oleh karenanya membawa serta tanggung jawab etis bagi pelakunya.

 

Berbisnis dengan etika adalah menerapkan aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis ada untuk mengontrol bisnis agar tidak tamak.


Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk meraih keuntungan, masih banyak perusahaan yang melakukan berbagai pelanggaran moral. Praktik curang ini bukan hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga masyarakat dan negara. Praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di banyak perusahaan.

Contoh konkrit dalam dunia bisnis salah satunya adalah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) bersalah akibat telat melapor aksi korporasinya mengakuisisi saham mayoritas PT Prima Top Boga. KPPU menghukum produsen Sari Roti itu untuk membayar denda senilai Rp 2,8 miliar.

 

3.      Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu:

·       Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang oleh penjual. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.

·       Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply. ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya. Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya sebagai pengganti harga barang yang dibelinya.
contoh konkrit dalam bisnis salah satunya adalah kenaikan harga cabai rawit mencapai Rp. 140.000 per kg sehingga menyebabkan para pembeli mengurungkan niat untuk membeli. Kenaikan harga cabai rawit ini disebabkan karena banyaknya petani gagal panen. Dalam kasus ini pembeli sudah mengetahui terjadinya kenaikan harga cabai rawit melalui informasi dari media. Sehingga, mereka cenderung mengurangi konsumsi cabai rawit dan kurangnya permintaan pasar. Menyebabkan keuntungan yang diperoleh oleh penjual menjadi berkurang dan pendapatan mereka relatif sama.

4.       Kompetisi global merupakan bentuk persaingan yang mengglobal, yang melibatkan beberapa Negara. Dalam persaingan itu, maka dibutuhkan trik dan strategi serta teknologi untuk bisa bersaing dengan Negara-negara lainnya. Disamping itu kekuatan modal dan stabilitas nasional memberikan pengaruh yang tinggi dalam persaingan itu. Dalam persaingan ini tentunya Negara-negara maju sangat berpotensi dalam dan berpeluang sangat besar untuk selalu bisa eksis dalam persaingan itu. Hal ini disebabkan karena :

o   Teknologi yang dimiliki jauh lebih baik dari Negara-negara berkembang.

o   Kemampuan modal yang memadai dalam membiayai persaingan global sebagai wujud investasi mereka

o   Memiliki masyarakat yang berbudaya ilmiah atau IPTEK

Contoh konkrit dalam bisnis global salah satunya adalah Perusahaan yang bermula dari industri jamu rumahan di Semarang pada tahun 1951 ini telah menyentuh pasar ASEAN, Hong Kong, Timur Tengah, Australia, Eropa, bahkan Afrika. Sido Muncul membawa 250 produk unggulan ke pasar global, dan berhasil menjadi merk yang begitu dikenal oleh masyarakat global. Perusahaan ini mengalami proses yang panjang dalam melakukan ekspansi pasar, yang mana negara-negara lain masih memandang sebelah mata dengan kehadiran obat herbal. Namun tantangan ini bisa dikelola dengan membangun pabrik dengan standar internasional untuk food suplement dan Sido Muncul melakukan ekspansi melalui kategori tersebut.

Comments